25 Januari 2011
Beda Persepsi
[nmv]Terkadang pula ada hal yang membuat pilu ketika dihadapkan pada beberapa opsi yang mana tak satupun dari opsi tersebut cocok dengan prinsip dan hati. Namun apa mau dikata. Dilema. Tak jarang dicap gila, tak jarang juga dianggap ceroboh.
Untuk bisa membaca artikel secara lengkap, kamu harus login menggunakan akun Facebook.
[/nmv]
[mv]Terkadang pula ada hal yang membuat pilu ketika dihadapkan pada beberapa opsi yang mana tak satupun dari opsi tersebut cocok dengan prinsip dan hati. Namun apa mau dikata. Dilema. Tak jarang dicap gila, tak jarang juga dianggap ceroboh.
“Wahai orang-orang yang beriman, Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” Al Hujuraat – 2
Yang semakin parah adalah ketika mengungkapkan tidak berdasar hujjah yang kuat, tak ada usaha untuk mencari jawab. Dengan tiba-tiba berbicara dengan bahasa yang semakin tidak nyaman didengar.
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat dari setan (berbuat dosa), mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan).” Al A’raaf – 201
Terkadang juga dibuat heran dan bingung. Tentang keadaan diri sendiri yang sudah berusaha untuk mengambil jalan terbaik ketika sedang berada pada titik paling tidak nyaman pada lingkungan yang jika ingin ditinggalkan adalah sangat mudah.
“Ya sudahlah kalau memang begitu. Berarti bahwa pembicaraan selama ini adalah tak berarti.”
Ungkap salah seorang yang kesal setelah mengetahui yang sesungguhnya (karena memang itulah yang telah tertanam di benaknya). Meski sebenarnya apa yang ia ketahui itu belum tentu benar karena memang belum ada tindak lanjut untuk mengetahui seberapa akurat kebenaran yang ia prasangkakan itu.
Sering menjumpai kasus seperti ini. Terkadang juga merasakannya langsung. Sakit memang. Namun hanya tersenyum, seperti biasanya.
[/mv]