18 Oktober 2011
Benci Itu Seperti Halnya Cinta
"..Ketika senyum berganti murung. Ketika riang berganti gersang. Ketika heboh berganti bodoh. Dan ketika kukuh menjadi angkuh. Aku masih berusaha untuk diam dalam tenang..."
Sudahlah, tak perlu berlaku seolah tak ada angin dan hujan. Aku sudah berusaha melakukan apa yang bisa kukerjakan untuk orang-orang yang aku sayangi. Aku tidak tahu, apakah Anda menganggapku sebagai seorang yang berharga atau hanya sekedar penghibur di kala senja. Yang pasti, dengan segala cerita dan cinta yang telah terbagi, Anda bukanlah sekedar sosok yang biasa. Dan aku tak peduli bagaimana sidang pembaca menafsirkan kata ‘cinta’ di sini.
* * *Ghibah itu adalah, ketika orang yang kita bicarakan itu tahu tentang apa yang kita bicarakan terhadapnya, dan ia merasa sakit karenanya.
Anda bisa menjadi pelaku, bisa juga menjadi korban.
Yang mungkin perlu Anda ingat adalah, bahwa benci itu seperti halnya cinta, tumbuh dari hal yang kecil dan sederhana.