17 Mei 2011

SEO : Server Location VS Customer Location

"..Mari belajar sedikit tentang SEO. Kali ini saya hendak membahas permasalahan SEO dari hal yang jarang disentuh banyak orang. Server Hosting. Ya, kalau kebanyakan orang membahas Search Engine Optimation (SEO) melalui konten, keyword dan linkback, maka saya akan membahas SEO dari segi server hosting..."

RuneScape_server_location_map

Server hosting adalah tempat kita menyimpan semua jeroan dari website. Lalu, apakah ada hubungannya antara SEO dengan Hosting? Tentu, faktanya IP di Indonesia adalah IP yang paling menyengsarakan jika berbicara tentang SEO, ada beberapa IP di Indonesia yang bakal menjadi pesakitan karena tidak ramah dengan Google maupun bot-bot dari Search Engine lainnya. Logikanya kalau para bot dari search engine itu tidak mau ramah maka website kita akan menjadi korban yang juga secara tidak langsung membunuh website kita. Bukan berarti tidak ditengok oleh para bot, tapi sangat jarang. Untuk teknisnya tentang ini sendiri saya kurang tahu. Hanya masalahnya di sini kan kita tidak tahu bakal mendapatkan IP yang mana? Terlalu beribet jika nanti harus tanya-jawab dengan CS hosting.

Berbeda jika kita mendapatkan IP 202.x.x.x atau 203.x.x.x maka ibaratnya seperti bumi dan langit, dua IP tersebut sangat diistimewakan bot. Lagi-lagi saya tidak tahu teknis pasti tentang ini. Begitu info yang saya tahu dari beberapa teman yang sudah lebih berpengalaman, juga di forum-forum online yang membahas tentang server hosting.

Saya sudah beberapa kali menjajal server lokal dari berbagai macam paket dan penawaran yang diberikan. Namun dari sekian perusahaan yang saya pakai tidak ada satupun yang memberikan kepuasan pada saya, setidaknya ini menurut pendapat pribadi, atau mungkin dari saya yang memang kurang beruntung dan tidak tahu perusahaan mana yang memberikan pelayanan maksimal bukan hanya servis, tapi juga dukungan software – hardware.

Saya sudah mendapatkan referensi dari beberapa teman dan relasi yang juga sudah ngeblog dengan jam terbang yang bisa dibilang lama. Tapi entah kenapa saat itu saya merasa lebih cocok dengan server luar. Dan saya memilih server yang terletak di USA sebagai server yang akan menjadi tempat bersemayam vatih.com.

Lalu bagaimana solusi lainnya jika segmen yang kita tuju adalah netter lokal? Apakah tidak terlalu berat jika menggunakan server USA? Jawaban akan terjawab dengan mudah karena lalu lintas internet saat ini sudah gila-gilaan, semua serba ngebut.

Ketika ada ada ungkapan bernada tanya, “Apakah tidak terlalu berat jika menggunakan server USA?” Maka jawabannya adalah tidak. Sekarang yang menjadi patokan bukanlah jarak, tetapi ISP (Internet Service Provider) di Indonesia yang memang tertinggal jauh dengan ISP dari luar. ISP di Indonesia dalam mengelola jaringan di Indonesia masih menggunakan peralatan yang kurang mengikuti zaman. Sebenarnya akses dari USA ke Indonesia atau sebaliknya adalah sama saja, sama cepatnya. Hanya saja ISP yang menjadi jalur keluar masuknya informasi di Indonesia itu yang tidak sanggup menyalurkan secara cepat, secepat Internet Backbone (lalu lintas utama yang menghubungkan internet di seluruh dunia).

Semenjak saya pindah server ke USA, web saya serasa dimanjakan oleh Google, meski visitor tidak seberapa tapi sudah cukup mumpuni untuk nantinya bersaing dengan blog lain. Indexing cukup cepat, dan penerapan SEO dari faktor lain juga serasa lebih mudah. Tinggal menguatkan branding dan membuat artikel unik.

Sedikit melenceng dari SEO, saya mau menceritakan sedikit pengalaman lainnya ketika masih menggunakan server lokal sebagai tempat tinggal web saya. Karena saya menggunakan WordPress sebagai mesin utama web maka ada banyak hal yang membuat saya bergantung pada repository WordPress di pusatnya sana di Amerika. Efeknya setelah saya pindah server akan lebih mempermudah saya melakukan installasi ini itu karena server WordPress dan web sama-sama berada di jalur lintas utama internet dunia (yang juga berdekatan).

Jaman sekarang janganlah berpatok pada harga. Karena pemahaman saya tentang label harga hanyalah sebagai penghambat bagi kita sendiri jika memang harga dijadikan patokan dasar. Begitulah pola pikir masyarakat kita saat ini. Boro-boro mikir harga, bahkan kalau bisa cari yang gratisan. Jangan berpikir “saya tidak punya dana” tapi berpikirlah “bagaimana cara merealisasikan keinginan saya”. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang masalah harga, silahkan baca ulasan yang cukup menarik dari Fikri Rasyid: Harga Yang Sebenarnya.

Untuk saat ini saya masih lebih merasa nyaman dengan server luar. Beberapa tambahan tools dalam cPanel nya juga sangat membantu untuk melakukan perawatan secara mandiri dan maksimal. Agak berbeda dengan beberapa server lokal yang pernah saya coba.

Sebagai bukti untuk artikel yang pernah saya tulis. Saya melakukan test pada Google.co.id (karena blog saya menggunakan bahasa Indonesia dengan segmen juga Indonesia). Menggunakan keyword yang cukup ketat “Laptop Wifi”, blog saya muncul di halaman pertama. Juga menggunakan keyword yang tak kalah ketat “WordPress Excerpt”, lagi-lagi muncul di halaman pertama. Dan beberapa artikel lain yang saya jadikan bahan uji coba ilmu SEO yang saya ramu dari berbagai sumber. Coba saja ketik “Menikah Muda”, dan lihat web saya juga nangkring di halaman pertama. Semua sengaja saya uji coba dengan keyword yang cukup ketat persaingannya.

Dan untuk membuat demikian tentu tidak hanya faktor server location saja, tapi juga berkaitan dengan faktor SEO lain. Hanya saja yang ingin saya tegaskan di sini adalah bahwa jika faktor-faktor pendukung itu dilakukan secara maksimal (termasuk server location) maka hasil yang kita dapat juga akan maksimal.

Di sini saya hanya bercerita tentang pengalaman saya selama bermain dalam blogosphere. Mungkin perbedaan pendapat bisa terjadi. So, what about you? Lets discuss about it, below.