6 April 2011

Ketika Telinga Saya Tersumbat

Anda pernah mengalami rasa tidak nyaman ketika telinga tersumbat? Beberapa saat lalu saya mengalami hal serupa, yang lamanya hampir satu bulan. Awalnya saya pikir hanya hal biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Dan ternyata dugaan saya salah. Semakin lama rasanya semakin tidak nyaman. Dunia yang tadinya penuh dengan suara Stereo tiba-tiba menjadi Mono. Sangat terasa tidak nyaman.

“Telinga tersumbat”. Ya, keyword itulah yang saya ketik pertama kali di Google untuk mengetahui apakah hanya saya yang mengalami hal seperti itu, dan ternyata ada begitu banyak manusia lain yang mengalaminya. Berbagai alternatif untuk menangani hal tersebut saya pelajari dari mereka yang telah berhasil mendapatkan kembali amanah Stereo dari Allah.

Mulai dari Ear Candle, Dokter THT, sampai memasukkan air ke dalam telinga. Awalnya saya tertarik dengan Ear Candle. Apa itu Ear Candle? Adalah sebuah alat terapi telinga yang berbentuk seperti lilin yang kemudian ditancapkan pada lubang telinga kemudian dibakar pada bagian atasnya, membiarkan asap masuk ke dalam telinga dan mengangkat kotoran yang ada di dalamnya. Dan benar, kotoran itu terangkat. Alhamdulillah membuat telinga saya sedikit lega. Baru berselang beberapa hari ternyata telinga kembali tersumbat. Saya mencoba memakai Ear Candle lagi. Semakin banyak kotoran yang terangkat tapi telinga masih tersumbat.

Akhirnya saya mencoba menggunakan Clip Paper untuk mengorek kotoran yang menghalangi lubang telinga saya. Ya, ini adalah cara yang sebenarnya banyak dilarang oleh para Dokter THT, berdasarkan artikel mereka yang banyak tersebar di internet bahwa hal itu jika dilakukan oleh yang tidak profesional bisa mengakibatkan infeksi, cidera yang pada akhirnya bakteri jahat menyerang pembuluh yang langsung mengarah pada jantung. Cara ekstrim ini saya coba dengan sangat hati-hati. Bisa saya rasakan bahwa kotoran yang menyumbat ini sudah terlalu banyak, hingga benar-benar menutupi lubang telinga saya. Hingga pada kedalaman tertentu Clip Paper itu sudah mandeg tidak bisa masuk. Berbeda ketika saya bandingkan dengan telinga kiri saya yang tidak tersumbat, bisa terus masuk hingga lebih dalam.

Pada tahap ini saya semakin yakin bahwa kotoran di dalam telinga saya telah menumpuk dan mengeras. Akhirnya saya mencoba menuangkan seperempat sendok minyak zaitun untuk memberikan pelumas. Membiarkan minyak zaitun masuk hingga beberapa menit. Memiringkan kepala saya ke arah kiri. Kemudian saya memiringkan ke arah sebaliknya dan mengeluarkan minyaknya. Saya pikir bahwa kotorannya sudah sedikit melembut saya coba korek lagi, masih keras.

Akhirnya saya masukkan air sebanyak satu sendok. Membiarkannya beberapa menit, dan ketika ingin saya keluarkan ternyata air yang keluar tidak sebanyak yang saya masukkan. Saya pikir air itu telah meresap ke dalam kotoran yang akan membuatnya menjadi lebih lembut. Ternyata benar, kotoran itu telah sedikit melembut hingga memudahkan saya untuk mengeluarkannya sedikit demi sedikit. Dan alhamdulillah telinga saya kembali fresh.

Sebelumnya saya sempat pasrah ketika pada tahap memasukkan minyak zaitun masih tidak memberikan efek. Dan berencana untuk pergi ke Dokter THT pada keesokan harinya. Namun rencana ke THT itu tidak jadi setelah percobaan terakhir saya membuahkan hasil.

Note: Jangan mencoba hal ekstrim ini (seperti saya). Di sini saya hanya menceritakan pengalaman pribadi, dan tidak mengajarkan pada Anda bagaimana cara menangani telinga tersumbat. Jika Anda merasa tidak nyaman dan ragu terhadap telinga Anda, sebaiknya segera kunjungi Dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang lebih prifesional.